Translate Your Language Here..

Senin, 22 Juni 2015

Cara menyusun jurnal penyesuaian dengan pendekatan HPP

Dalam perusahaan dagang jurnal penyesuaian dapat disusun dengan menggunakan 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan ikhtisar laba-rugi dan dengan pendekatan HPP. Pada postingan sebelumnya telah dibahas tentang penyusunan jurnal penyesuaian dengan pendekaan ikhtisar laba-rugi, sekarang akan dibahas Cara menyusun jurnal penyesuaian dengan pendekatan HPP. Sebelum membahas lebih jauh ada baiknya kita mengenal istilah HPP, Dalam akuntansi HPP atau Harga pokok penjualan adalah dasar perhitungan keuntungan atau laba yang ditetapkan perusahaan atau dapat juga diartikan sebagai harga perolehan barang yang terjual.

Kunjungi Cara Mudah menjalankan BISNIS ONLINE.

Unsur-Unsur HPP antara lain Persediaan barang dagangan awal dan ahir, pembelian, beban angkut pembelian, Retur pembelian, beban angkut pembelian, dan potongan pembelian. Ketika perusahaan memutuskan untuk menggunakan pendekatan HPP dalam penyusunan jurnal penyesuaian maka langkah yang diambil adalah menjurnal unsur-unsur HPP tersebut dengan memindahkan kedalam akun Harga pokok penjualan (HPP). Adapun jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:

1. Menjurnal akun persediaan barang dagangan
      a. Persediaan barang dagangan awal 
        (mengurangi Persediaan)
         HPP...................Rpxxx
                Persediaan barang dagangan .......Rp xxx

     b. Persediaan barang dagangan ahir 
        (menambah atau memunculkan persediaan)
         Persediaan barang dagangan........  Rp xxx
                 HPP          .....................................................Rp xx

2. Menjurnal Pembelian (Menambah HPP)
     HPP ..........Rp xxx
                Pembelian........Rp xxx
3. Beban angkut Pembelian (menambah HPP)
    HPP ............Rp xxx
             Biaya angkut Pembelian......Rp xxx
4. Retur Pembelian (mengurangi HPP )
    Retur Pembelian ............Rp xxx
             HPP ....................Rp xxx
5. Potongan Pembelian (mengurangi HPP )
    Potongan pembelian .............Rp xxx
             HPP ...........................Rp xxx

Untuk memperjelas pemahaman tentang penyusunan jurnal penyesuaian dengan pendekatan HPP, silahkan perhatikan ilustrasi berikut ini:
Jurnal Penyesuaian pendekatan HPP
Data penyesuaian per 30 September 2012:
a. Persediaan barang dagangan Rp 7.900.000
b. Inventaris disusutkan 15% per tahun
c. Perlengkapan yang terpakai Rp 192.000
d. Telah dibayar sewa gudang pada bulan ini untuk 2 bulan (september da oktober 2012) sebesar Rp 500.000
e. Iklan yang belum dibayar Rp 20.000

Analisis Jurnal Penyesuaian pendekatan HPP

1. Persediaan barang dagangan awal
Persediaan barang sebesar Rp 7.500.000 yang terdapat pada neraca saldo merupakan persediaan barang awal. Pada ahir periode persediaan ini telah terjual dan menambah HPP sehingga harus dipindahkan ke dalam akun harga pokok penjualan dengan cara mendebetnya sebesar jumlah yang sama. Ayat jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:
HPP         Rp 7.500.000
        Persediaan barang dagang     Rp 7.500.000

2. Pembelian Barang Dagangan
Pembelian barang dagang sebesar Rp 24.950.000 berada diposisi kredit dalam jurnal penyesuaian karena akun pembelian mempengaruhi HPP dan harus dipindahkan ke akun HPP dengan jumlah yang sama, Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:
 HPP     Rp 24.950.000
       Pembelian     Rp 24.950.000

3. Retur Pembelian
Akun retur pembelian sebesar Rp 1.350.000 berada diposisi debet, karena akun retur pembelian mempengaruhi HPP dan harus dipindahkan ke akun HPP dengan jumlah yang sama. jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:
Retur Pembelian            Rp 1.350.000
    HPP                                       Rp 1.350.000

4. Potongan Pembelian
Potongan pembelian sebesar Rp 276.000, Berada diposisi kredit, karena akun potongan pembelian mempengaruhi HPP dan harus dipindahkan ke akun HPP dengan jumlah yang sama. Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagi berikut:
Potongan pembelian        Rp 276.000
                 HPP                           Rp 276.000
5. Persediaan ahir barang dagangan
Akun persediaan ahir barang dagangan didebet, karena persediaan ini belum dicatat dalam neraca saldo, akun ini juga akan mengurangi HPP sehingga dalam akun HPP dicatat disisi kredit. Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagi berikut:
Persediaan Barang dagangan        Rp 7.900.000
             HPP                                                 Rp 7.900.000
6. Penyusutan inventaris
Beban penyusutan inventaris terjadi karena terpakainya inventaris tersebut sepanjang periode operasi perusahaan, dilain pihak, penurunan nilai inventaris ini dicatat dalam  akumulasi penyusutan inventaris dengan jumlah yang sama.
Perhitungan penyusutan inventaris bulan september 2012 adalah:
Penyusutan dalam 1 tahun:
15% x 4000.000 = Rp 600.000
Penyusutan dalam 1 bulan:
Rp 600.000 : 12 = Rp 50.000.
Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:
Beban penyusutan Inventaris    Rp 50.000
            Akl. Penyusutan Inventaris       Rp 50.000
7. Penyesuaian Perlengkapan
Perlengkapan yang telah terpakai selama periode operasi perusahaan diperlakukan sebagai beban, bukan lagi sebagai harta sehingga perlu dilakukan penyesuaian dengan cara mengurangi saldo perlengkapan tersebut.
Jurnal penyesuaian yang dibuat untuk menyesuaiakan perlengkapan adalah sebagai berikut:
Beban Perlengkapan    Rp 192.000
              Perlengkapan        Rp 192.000
8. Penyesuaian Sewa dibayar dimuka
Beban sewa yang dibayarkan sebesar Rp 500.000, Namun beban sewa yang terjadi selama satu periode bejalan (1 bulan) adalah sebesar Rp 250.000, Hal ini berarti Saldo beban sewa dibayar dimuka berkurang sebesar jumlah saldo beban sewa yang telah terjadi, sehingga perlu dibuat penyesuaian.
Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebgai berikut:
Sewa gudang dibayar dimuka    Rp 250.000
                            Beban sewa gudang        Rp 250.000
9. Biaya Iklan yang belum dibayar
Biaya iklan yang menjadi beban dalam periode akuntansi tersebut adalah Rp 20.000 karena belum dibayar, sehingga terjadi utang iklan dengan jumlah yang sama.
Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:
Beban Iklan    Rp 20.000
          Utang iklan       Rp 20.000

Demikianlah pembahasan Cara menyusun jurnal penyesuaian dengan pendekatan HPP . Dalam pembahasan berikutnya akan di ulas tentang perhitungan Harga Pokok Penjualan dalam laporan laba rugi.
Wassalamualaikum wr.wb.

Description: Membahas cara menyusun jurnal penyesuaian dengan pendekatan HPP secara tepat dilengkapi ilustrasi soal.
Rating: 4.5

Rabu, 08 Mei 2013

Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian02

Pada postingan sebelumnya telah disajikan soal dan pembahasan pencatatan persediaan barang dagang menggunakan metode fisik. Apabila saudara belum membaca proses pencatatan tersebut silahkan baca terlebih dahulu postingan Soal Pencatatan Persediaan barang dagang bagian01. Pada postingan ini akan dibahas proses pencatatan persediaan barang dagang menggunakan metode perfektual yang disajikan dalam bentuk ilustrasi soal dengan disertai pembahasannya.

Diharapkan dengan pembahasan proses pencatatan persediaan barang dagang yang dikemas dalam bentuk ilustrasi ini memudahkan pembaca dalam memahami pencatatan transaksi pencatatan Persediaan barang dagang secara lebih mudah. Sebagai awal dalam pembahasan ini, bacalah ilustrasi transaksi keuangan berikut ini:

Pada bulan Januari 2013 UD Setiabudi melakukan beberapa transaksi keuangan yang berkaitan dengan persediaan barang dagang, transaksi-transaksi tersebut antara lain sebagai berikut:


Tanggal 1 Januari 2013 UD Setiabudi membeli barang dagang dari toko buku Makmur senilai Rp 4000.000 dengan syarat penyerahan barang FOB Shipping Point yang harus dibayar pada tanggal 17 Januari 2013 sebesar Rp 250.000


Tanggal 3 Januari 2013
UD Setiabudi membeli barang dagang pada toko buku rakyat senilai Rp 9000.0000 dengan syarat pembayaran 2/15, n/30

Tanggal 4 Januari 2013
UD Setiabudi mengembalikan barang dagang atas pembelian tanggal 1 Januari 2013 senilai Rp 500.000,

Tanggal 5 Januari 2013
UD Setiabudi mengirim nota debet pada toko buku rakyat atas pembelian barang dagang pada tanggal 3 Januari 2013

Tanggal 13 Januari 2013
UD Setiabudi membayar pembelian tertanggal 3 Januari 2013 pada toko buku rakyat.

Tanggal 15 Januari 2013
UD Setiabudi menjual barang dagang pada toko harapan jaya Rp 5000.000 dengan harga pokok 4000.000

Tanggal 17 Januari 2013
UD Setiabudi membayar beban angkut atas jasa angkut pada tanggal 1 januari 2013 sebesar Rp 250.000

Tanggal 17 Januari 2013
UD Setiabudi menjual barang dagang pada toko tulis sebesar Rp 11.000.000 dengan syarat pembayaran 3/20, n/60. Harga pokok barang  8.500.000

Tanggal 18 Januari 2013
UD Setiabudi menerima kembali barang dagang yang terjual tanggal 15 januari 2013 karena rusak sebesar Rp 700.000 dengan harga perolehan 500.000

Tanggal 19 Januari 2013
UD Setiabudi mengirim nota kredit pada toko tulis atas penjualan tanggal 17 Januari 2013 sebesar Rp 1.250.000 dengan harga perolehan 1000.000

Tanggal 31 Januari 2013
UD Setiabudi menerima pembayaran transaksi tanggal 17 januari 2013 dari toko tulis.

Berdasarkan transaksi yang telah dilakukan
UD Setiabudi selama bulan januari 2013, susunlah pencatatan persediaan barang dagang pada buku jurnal umum dengan menggunakan metode Perfektual!

Pencatatan persediaan barang dagang dengan metode perfektual 

Pembahasan transaksi Tanggal 1 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 1 Januari terdapat transaksi pembelian barang dagang secara tunai, Berdasarkan transaksi tersebut maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun persediaan barang dagang dan mengkredit akun kas.

Persediaan barang dagang......Rp 4000.000
              Kas.......................................Rp 4.000.000

Note: Proses penyerahan barang dengan sistem  FOB Shipping point, mempunyai arti bahwa hak kepemilikan barang berpindah dari penjual ke pembeli ketika barang keluar dari gudang penjual. Pada penyerahan barang dengan sistem ini maka besarnya beban angkut dibayar oleh pembeli.

Pembahasan transaksi tanggal 3 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 3 Januari terdapat transaksi pembelian barang dagang secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun persediaan barang dagang dan mengkredit akaun utang dagang.

Persediaan barang dagang...........Rp Rp 9.000.000
         Utang dagang...................................Rp 9.000.000

Pembahasan transaksi Tanggal 4 Januari 2013

Pada transaksi tanggal 4 Januari 2013 terdapat transaksi Retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara tunai, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan cara mendebet akun kas dan mengkredit persediaan barang dagang.

Kas.......................Rp 500.000
          Persediaan barang dagang.............Rp 500.000

Pembahasan transaksiTanggal 5 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 5 januari terdapat transaksi retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun persediaan barang dagang.

Utang dagang ..........Rp 1000.000
            Persediaan barang dagang.......Rp 1000.000

Pembahasan transaksi Tanggal 13 Januari 2013
Pada transaksi ini terdapat transaksi pembayaran utang dagang dengan disertai potongan pembelian, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun kas dan akun persediaan barang dagang.

Utang dagang ........................Rp 8000.000
              Kas .............................................Rp 7.840.000
              Persediaan barang dagang............Rp   160.000


Perhitungan:
Besarnya utang yang dilunasi    = utang dagang - Retur pembelian
                                                              = 9.0000.000 - 1000.000
                                                              = Rp 8000.000
Besarnya potongan pembelian   = 2% x 8000.000
                                                              = Rp 160.000
Besarnya Kas yang dibayarkan  = 8000.000 - 160.000
                                                              = Rp 7.840.000

Pembahasan transaksi Tanggal 15 Januari 2013

Pada transaksi tanggal 15 januari terdapat transaksi penjualan tunai, pencatatan yang dilakukan dengan mendebet akun kas dan mengkredi akun penjualan, serta mendebet akun HPP dan mengkredit akun persediaan barang dagang.

Kas .........Rp 5000.000
        Penjualan........Rp 5000.000

HPP.........Rp 4000.000
        Persediaan barang dagang......Rp 4000.000

Pembahasan transaksi Tanggal 17 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 17 januari terdapat dua transaksi, yaitu transaksi pembayaran beban angkut pembelian dan transaksi penjualan secara kredit.

Pada transaksi pembayaran beban angkut pembelian dicatat dengan mendebet akun Persediaan barang dagang dan mengkredit akun kas.

Persediaan barang dagang ........Rp 250.000
           Kas ..............................................Rp 250.000

Pada transaksi penjualan kredit dicatat dengan mendebet akun piutang dagang dan mengkredit akun penjualan, serta mendebet akun HPP dan Mengkredit akun Persediaan barang dagang.

Piutang dagang ..........Rp 11.000.000
         Penjualan ..........................Rp 11.000.000

HPP ..........................Rp 8.500.000
         Persediaan barang dagang ....Rp 8.500.000

Pembahasan transaksi Tanggal 18 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 18 januari terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan barang dilakukan secara tunai. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun kas, serta mendebet akun Persediaan barang dagang dan mengkredit akun HPP.

Retur penjualan ..........Rp 700.000
          Kas .........................................Rp 700.000

Persediaan Barang dagang .......Rp 500.000
         HPP ..............................................Rp 500.000

Pembahasan transaksi Tanggal 19 Januari 2013
Pada transaksi tanggal 19 Januari terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan dilakukan secara kredit. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun Piutang dagang, serta mendebet akun persediaan barang dagang dan mengkredit akun HPP.

Retur Penjualan .........Rp 1.250.000
          Piutang dagang.............Rp 1.250.000

Persediaan barang dagang .......Rp 1000.000
           HPP..................................................Rp 1000.000

Pembahasan transaksi Tanggal 31 Januari 2013
Dalam transaksi tanggal 31 Januari terdapat transaksi penerimaan pelunasan piutang dagang dengan disertai potongan penjualan. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun kas dan akun potongan penjualan serta mengkredit piutang dagang.

Kas......................................Rp 9.450.500
Potongan Penjualan..............Rp 292.500
             Piutang dagang...............................Rp 9.750.000

Perhitungan:
Nilai piutang dagang dihitung sebagai berikut:
Piutang dagang pada saat penjualan adalah Rp 11.000.000, Retur penjualan yang terjadi sebesar Rp 1.250.000 sehingga piutang dagang yang tersisa sebesar 11.000.000 - 1.250.000 = Rp 9.750.000
Kas yang diterima dihitung sebagai berikut:
Piutang yang tersisa dikurangi potongan penjualan, sedangkan Potongan penjualan dihitung dengan, 3% x 9.750.000 = Rp 292.000 jadi uang yang diterima dari pelunasan piutang adalah Rp 9.750.000 - 292.000 = Rp 9.450.500


Demikianlah pembahasan tentang Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian02. Semoga postingan ini dapat meningkatkan kemampuan dalam pencatatan persediaan barang dagang dengan metode perfektual. Wassalamualaikum wr.wb

Description: Menyajikan ilustrasi soal dan pembahasan pencatatan persediaan barang dagang dengan metode perfektual
Rating: 5.0

Selasa, 07 Mei 2013

Soal Pencatatan Persediaan Barang Dagang Bagian01

Pada postingan sebelumnya telah dibahas Proses pencatatan persediaan barang dagang dengan menggunakan metode fisik dan metode perfektual. Antara metode fisik dan metode perfektual memiliki beberapa perbedaan dalam proses pencatatannya, apabila anda belum memahami proses pencatatan tersebut silahkan baca terlebih dahulu postingan pencatatan persediaan barang dagang secara tepat. Agar pemahaman anda tentang pencatatan atau akuntansi persediaan barang dagang disarankan untuk rajin berlatih untuk mengerjakan soal tentang proses pencatatan persediaan barang dagang.
Sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tentang pencatatan persediaan barang dagang silahkan pahami ilustrasi soal berikut ini dan berlatihlah untuk mengerjakannya.

Ilustrasi Soal Pencatatan Persediaan barang dagang

Pada bulan juli 2012 UD Santoso memiliki transaksi keuangan yang berkaitan dengan persediaan barang dagang, transaksi-transaksi tersebut antara lain sebagai berikut:

Tanggal 1 Juli 2012 dibeli barang dagang dari toko buku Makmur sebesar Rp 4000.000 dengan syarat penyerahan barang FOB Shipping Point yang dibayar tanggal 17 Juli 2012 Sebesar Rp 250.000

Tanggal 3 Juli 2012 Dibeli barang dagang pada toko buku rakyat sebesar Rp 9000.0000 dengan syarat pembayaran 2/15, n/30

Tanggal 4 Juli 2012 dikembalikan barang dagang atas pembelian tanggal 1 Juli 2012 sebesar Rp 500.000

Tanggal 5 Juli 2012 dikirim nota debet pada toko buku rakyat atas pembelian barang dagang pada tanggal 3 Juli 2012

Tanggal 13 Juli 2012 dibayar pembelian tertanggal 3 Juli 2012 pada toko buku rakyat.

Tanggal 15 Juli 2012 dijual barang dagang pada toko harapan jaya Rp 5000.000 dengan harga pokok 4000.000

Tanggal 17 Juli 2012 dibayar beban angkut atas jasa angkut pada tanggal 1 juli 2012 sebesar Rp 250.000

Tanggal 17 Juli 2012 dijual barang dagang pada toko tulis sebesar Rp 11.000.000 dengan syarat pembayaran 3/20, n/60. Harga pokok 8.500.000

Tanggal 18 Juli 2012 diterima kembali barang dagang yang terjual tanggal 15 juli 2012 karena rusak sebesar Rp 700.000 dengan harga perolehan 500.000

Tanggal 19 Juli 2012 dikirim nota kredit pada toko tulis atas penjualan tanggal 17 Juli 2012 sebesar Rp 1.250.000 dengan harga perolehan 1000.000

Tanggal 31 Juli 2012 diterima pembayaran transaksi tanggal 17 juli 2012 dari toko tulis.

Berdasarkan transaksi keuangan diatas, lakukanlah pencatatan ke dalam buku jurnal umum dengan metode fisik!

Pencatatan Persediaan barang dagang Metode Fisik

Tanggal 1 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 1 Juli terdapat transaksi pembelian barang dagang secara tunai, Berdasarkan transaksi tersebut maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akun kas.

Pembelian......Rp 4000.000
    Kas..................Rp 4.000.000

Note: penyerahan barang dilakukan dengan FOB Shipping point, hal ini berarti hak kepemilikan barang berpindah dari penjual ke pembeli pada saat barang keluar dari gudanga penjual. Dalam penyerahan barang dengan sistem ini beban angkut dibayar oleh pembeli.

Tanggal 3 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 3 Juli terdapat transaksi pembelian barang dagang secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akaun utang dagang.

Pembelian......Rp Rp 9.000.000
    Utang dagang......Rp 9.000.000

Tanggal 4 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 4 Juli 2012 terdapat transaksi Retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara tunai, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan cara mendebet akun kas dan mengkredit retur pembelian.

Kas...........Rp 500.000
    Retur pembelian.......Rp 500.000

Tanggal 5 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 5 juli terdapat transaksi retur pembelian barang dagang dimana saat pembelian dilakukan secara kredit, pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun retur pembelian.

Utang dagang ..........Rp 1000.000
    Retur pembelian.............Rp 1000.000

Tanggal 13 Juli 2012
Dalam transaksi ini terdapat transaksi pembayaran utang dagang dengan disertai potongan pembelian, Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang dagang dan mengkredit akun kas dan akun potongan pembelian.

Utang dagang ......Rp 8000.000
   Kas ................................Rp 7.840.000
   Potongan pembelian........Rp   160.000

Perhitungan:
Utang dagang pada tanggal 3 juli sebesar Rp 9.000.000 kemudian pada tanggal 5 juli terjadi retur pembelian senilai Rp 1000.000 sehingga utang dagang yang tersisa sebesar Rp 8000.000. Pembayaran utang terjadi pada tanggal 13 juli maka masih dalam periode diskon sehingga UD Santoso mendapat potongan pembelian sebesar 2% dari 8000.000 yaitu sebesar Rp 160.000. Dengan demikian uang kas yang dibayarkan untuk melunasi utang dagang atas pembelian tanggal 3 juli adalah sebesar Rp 7.840.000

Tanggal 15 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 15 juli terdapat transaksi penjualan tunai, pencatatan yang dilakukan dengan mendebet akun kas dan mengkredi akun penjualan.

Kas .........Rp 5000.000
   Penjualan........Rp 5000.000

Tanggal 17 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 17 juli terdapat dua transaksi, yaitu transaksi pembayaran beban angkut pembelian dan transaksi penjualan secara kredit.

Dalam transaksi pembayaran beban angkut pembelian dicatat dengan mendebet akun beban angkut pembelian dan mengkredit akun kas

Beban angkut Pembelian ........Rp 250.000
        Kas .............................................Rp 250.000

Dalam transaksi penjualan kredit dicatat dengan mendebet akun piutang dagagng dan mengkredit akun penjualan

Piutang dagang ..........Rp 11.000.000
     Penjualan ..........................Rp 11.000.000

Tanggal 18 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 18 juli terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan barang dilakukan secara tunai. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun kas.

Retur penjualan ..........Rp 700.000
       Kas ................................Rp 700.000

Tanggal 19 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 19 Juli terdapat transaksi retur penjualan, dimana saat terjadi penjualan dilakukan secara kredit. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun retur penjualan dan mengkredit akun Piutang dagang.

Retur Penjualan .........Rp 1.250.000
          Piutang dagang.............Rp 1.250.000

Tanggal 31 Juli 2012
Dalam transaksi tanggal 31 Juli terdapat transaksi penerimaan pelunasan piutang dagang dengan disertai potongan penjualan. Pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun kas dan akun potongan penjualan serta mengkredit piutang dagang.

Kas....................................Rp 9.450.500
Potongan Penjualan...........Rp 292.500
     Piutang dagang.....................Rp 9.750.000

Perhitungan:
Piutang dagang pada tanggal 17 juli Rp 11.000.000 kemudian pada tanggal 19 terjadi retur penjualan senilai Rp 1.250.0000 sehingga piutang dagang tersisa Rp 11.000.000 - 1.250.000 = 9.750.000. Saat pelunasan piutang yaitu pada tanggal 31 Juli masih dalam periode diskon sehingga pembeli mendapat potongan penjualan 3% dari 9.750.000 yaitu sebesar Rp 292.500. Dengan demikian uang yang diterima UD Santoso atas pelunasan piutang dari toko tulis sebesar Rp 9.450.500.

Demikianlah penyajian soal latihan pencatatan persediaan barang dagang dan pembahasannya, semoga postingan ini menjadi sarana bagi anda dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pencatatan persediaan barang dagang. Pembahasan soal dalam postingan ini menggunakan metode fisik, apabila anda telah menguasai metode pencatatan ini disarankan untuk membaca postingan yang membahasa penerapan metode perfektual dalam proses pencatatan persediaan barang dagang yang terdapat pada postingan Soal pencatatan persediaan barang dagang bagian 2.

Description: Menyajikan Soal pencatatan persediaan barang dagang disertai pembahasannya dengan menggunakan metode fisik 
Rating: 5.0

ARTI PENTING AKUNTANSI

Sepanjang perekonomian menggunakan uang (Money) sebagai alat pembayaran maka peran akuntansi selalu krusial karena akuntansi mencatat peristiwa bisnis yang bersifat keuangan. Penjualan barang dagangan, pembayaran gaji, dan pembelian kredit merupakan contoh peristiwa
akuntansi.
Bisnis yang dicatat akuntansi.

Dalam berbagai aktivitas kehidupan kita sangat bergantung pada keandalan akuntansi. Misalnya, ketika kita melakukan pengambilan uang tunai di ATM (anjungan tunai mandiri) maka sebenarnya kita memerintahkan bank melakukan pencatatan akuntansi. Pengambilan uang tunai tersebut menyebabkan uang tunai di bank berkurang, dan saldo rekening kita di bank juga berkurang sebesar nilai rupiah yang kita sebutkan., apa yang terjadi jika bank mengurangi saldo rekening kita lebih banyak dibanding dengan jumlah rupiah yang kita terima? Kita tentu akan menanyakan permasalahan tersebut ke bank, dan segera menutup rekening kita karena hal tersebut mencerminkan bahwa akuntansi bank tersebut tidak dapat diandalkan.

Bagi organisasi pemerintahan akuntansi dapat mencegah dan mendeteksi tindak kejahatan korupsi maupun penyalahgunaan uang rakyat. koruptor tidak mau menerima uang suap[ melalui transfer bank karena peristiwa tersebut akan terekam di akuntansi bank yang menjadi pihak pemberantas korupsi secara mudah menelusuri aliran dana yang dikorupsi.

Organisasi bisnis yang disebut perusahaan bahkan menggunakan akuntansi sebagai bahasa untuk memperlancar kegiatan operasional, membuat keputusan bisnis, maupun untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas manajer. Akuntansi juga lazim digunakan untuk membandingkan prestasi kerja suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Oleh karena itu perusahaan menggunakan akuntansi sebagai bahasa bisnis (Accounting is the business language). singkat kata, akuntansi ada di mana mana dan bermanfaat dalam kehidupan sehari- hari baik bagi individu maupun bagi organisasi.

BENARKAH KITA MEMBUTUHKAN AKUNTANSI?

Sepanjang perekonomian negara menggunakan uang sebagai alat pembayaran maka akuntansi selalu berperan penting. Oleh karena itu, berbagai organisasi, seperti misalnya perusahaan, lembaga pemerintahan, yayasan, organisasi kemasyarakatan, bahkan toko kecil-pun membutuhkan akuntansi. Konsekuensinya, anda perlu mengetahui logika dan cara kerja akuntansi agar dapat memahami informasi yang dihasilkan akuntansi, bahkan dapat mengembangkan akuntansi yang sesuai kebutuhan anda.

akuntansi menyajikan informasi yang bersifat keuangan. pengembangan akuntansi berlandas pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu matematika, prinsip-prinsip dasar, dan rancang-bangun. pilar matematika menjaga keseimbangan antara total penggunaan dana dan total pemerolehan dana. Pilar prinsip-prinsip dasar menjadikan pengembangan akuntansi lebih terarah. Selanjutnya, pilar rancang-bangun menjadikan akuntansi dapat menyajikan informasi keuangan sesuai kebutuhan para pengguna.

TEKNIK SEO MUDAH DAN GRATIS | Optimasi Seo, Seo Tools, Optimasi Blog, Seo Terbaik, Seo Gratis

BELAJAR KALIGRAFI ARAB | Seni Kaligrafi Arab, Tokoh Kaligrafi Arab, Ilmu Khath Arab